Kalau Tak Kunjung Punya Momongan

Punya anak atau momongan tentu jadi kebahagiaan istimewa bagi pasangan setelah menikah. Bagaimana kalau keinginan itu tak juga terwujud?

1 | Jangan panik

Tak perlu panik kalau belum juga diberi momongan setelah menikah beberapa lama. Stres dapat mempengaruhi kemampuan wanita berovulasi dan pria dalam produksi sperma. 

2 | Hindari menyalahkan 

Saling menyalahkan hanya akan memperparah masalah. Hindari mencari kambing hitam akibat tidak hadirnya momongan. Alih-alih membantu, sikap begitu malah memperkeruh suasana dan menimbulkan stres yang berbahaya.  

3 | Pahami penyebab

Tidak adanya anak setelah menikah sekian waktu tentu punya penyebab. Konsultasikan dengan ginekolog menurut kesepakatan bersama untuk menemukan sebab dan solusinya.  

4 | Terapi bila perlu

Jika dianggap perlu, ikuti anjuran dokter untuk menjalani terapi. Sekali lagi jangan mendiskreditkan salah satu pihak saja, terutama istri; patuhi saran ginekolog demi kebaikan bersama. 

5 | Stop membandingkan

Yang membuat perasaan terluka dan lebih sakit sering kali adalah kebiasaan membandingkan dengan pasangan atau keluarga lain. Ingatlah bahwa setiap orang unik, termasuk kondisi hormon dan reproduksi masing-masing.  

6 | Temukan support system

Memang sangat melelahkan ditanya terus soal kondisi kita yang tak kunjung mendapat momongan. Temukan support system yang menyemangati kita bahwa selalu ada harapan punya anak, bahwa kita tidak sendirian.  

7 | Bersyukur

Jangan lupa bersyukur karena betapa pun belum punya anak kita sudah dipertemukan dengan jodoh. Sambil berusaha dalam penantian, sibukkan diri dalam berbagai hobi atau kegiatan sosial yang positif untuk pekembangan jiwa.